KONSEP KEBIDANAN

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perubahan bisa terjadi setiap saat, dan merupakan proses yang dinamik serta tidak dapat dielakkan.Berubah berarti beranjak dari keadaan yang semula. Tanpa berubah tidak ada pertumbuhan dan tidak ada dorongan. Namun dengan berubah terjadi ketakutan, kebingungan dan kegagalan dan kegembiraan. Setiap orang dapat memberikan perubahan pada orang lain. Merubah orang lain bisa bersifat implisit dan eksplisit atau bersifat tertutup dan terbuka. Kenyataan ini penting khususnya dalam kepemimpinan dan manajemen. Pemimpin secara konstan mencoba menggerakkkan sistem dari satu titik ke titik lainnya untuk memecahkan masalah. Maka secara konstan pemimpin mengembangkan strategi untuk merubah orang lain dan memecahkan masalah.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Definisi proses berubah
  2. Macam-macam proses berubah
  3. Teori proses berubah
  4. Faktor proses berubah :
  5. Pendukung
  6. Penghambat
  7. Penentu keberhasilan proses berubah
  8. Tahapan proses berubah
  9. Ciri-ciri proses berubah
  10. Bentuk/ tipe proses berubah
  11. Strategi proses berubah
  12. Tingkat proses berubah
  13. Dampak proses berubah
  14. Manfaat proses berubah
  15. Tujuan proses berubah
  16. Reaksi terhadap perubahan
  17. Penerapan proses berubah pada contoh kasus (pendidikan,pelayanan,keperawatan,individu,masyarakat)

1.3   Tujuan

  1. Mendefinisikan definisi proses      berubah
  2. Mendefinisikan Macam-macam proses berubah
  3. Mendefinisikan Teori proses      berubah
  4. Mendefinisikan Faktor proses      berubah :
  • Pendukung
  • Penghambat
  • Penentu keberhasilan proses berubah
  1. Mendefinisikan  Tahapan      proses berubah
  2. Mendefinisikan  Ciri-ciri      proses berubah
  3. Mendefinisikan  Bentuk/      tipe proses berubah
  4. Mendefinisikan  Strategi      proses berubah
  5. Mendefinisikan  Tingkat      proses berubah
  6. Mendefinisikan  Dampak      proses berubah
  7. Mendefinisikan  Manfaat      proses berubah
  8. Mendefinisikan  tujuan      proses berubah
  9. Mendefinisikan reaksi terhadap perubahan
  10. Mendefinisikan penerapan proses berubah dan      mendefinisikan issu

BAB II. KAJIAN PUSTAKA

2.1  Definisi Proses Berubah

Banyak definisi pakar tentang berubah ,

dua diantaranya yaitu :
1.Berubah merupakan kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang berbeda dengan keadaan sebelumnya (Atkinson,1987)
2. merupakan proses yang menyebabkan perubahan pola perilaku individu atau institusi (Brooten,1978)
berubah adalah cara seseorang bertumbuh, berkembang dan beradaptasi. Perubahan dapat positif atau negatif terencana atau tidak terencana. Perubahan adalah proses membuat sesuatu yang berbeda dari sebelumnya ( Sullivan dan Decker,2001). Jadi Perubahan adalah suatu proses dimana terjadinya peralihan atau perpindahan dari status tetap (statis) menjadi status yang bersifat dinamis. Artinya dapat menyesuaikan diri dari lingkungan yang ada  Mother Instink
Pekerjaan keperawatan  sudah ada sejak manusia diciptakan,keperawatan  ada sebagai suatu naluri (instink).

2.2 Macam-macam proses berubah

a. Perubahan yang tidak direncanakan

Perubahan terjadi tanpa suatu persiapan sehingga hasil yang didapatkan kurang memuaskan.

b. Perubahan yang direncanakan

Perubahan yang direncanakan dan dipikirkan sebelumnya, terjadi dalam waktu yang lama dan adanya suatu tujuan yang jelas.

Perubahan yang direncanakan menurut:

1) Welch

Perubahan yang sangat nyata hasilnya, mencakup pemecahan masalah dan keahlian pengambilan keputusan juga kemampuan interpersonal.

2) Lippit

Suatu yang diharapkan dan bermanfaat terhadap individu, kelompok, organisasi dan sosial.

2.3 Teori Proses Berubah

a. Teori Kurt Lewin

Terdapat tiga tahapan → Unfreezing, moving dan refreezing

1) Unfreezing (Pencairan)

Pencairan adalah motivasi yang kuat untuk beranjak dari keadaan semula dan berubahnya keseimbangan yang ada, merasa perlu untuk berubah, menyiapkan diri dan siap untuk merubah atau melakukan perubahan.

2) Moving (Bergerak)

Bergerak menuju ke keadaan yang baru atau tingkat/tahap perkembangan baru karena memiliki cukup informasi, serta sikap dan kemampuan untuk berubah.

3) Refreezing (Pembekuan)

Pembekuan adalah adanya kekuatan pendorong untuk berubah dan adanya penghambat terjadinya perubahan.

b. Teori Roger (1962)

1.  Roger mengembangkan teori dari Lewin tentang 3 tahap perubahan dengan menekankan pada latar belakang individu yang akan terlibat dalam perubahan dan lingkungan dimana perubahan tersebut dilaksanakan

2.  Roger menjelaskan 5 tahap dalam perubahan yaitu: Kesadaran, Keinginan, Evaluasi, Mencoba dan Penerimaan

c. Teori Lippits

Tahap proses perubahan menurut Lippitts:

1) Menentukan masalah

2) Mengkaji motivasi dan kapasitas perubahan

3) Mengkaji motivasi change agen dan sarana yg tersedia

4) Menyeleksi tujuan perubahan

5) Memilih peran yg sesuai dilaksanakan oleh agen pembaharu

6) Mempertahankan perubahan yang sudah dimulai

7) Mengakhiri bantuan

2.4 Faktor proses berubah

1. Faktor pendukung/pendorong untuk terjadinya perubahan pada manusia:

a.  Kebutuhan dasar manusia

Kebutuhan yang belum terpenuhi akan memotivasi perilaku sebagaimana teori kebutuhan dari Maslow

b.  Kebutuhan Interpersonal

Manusia memiliki kebutuhan dasar interpersonal yang melandasi sebagian perilaku, yaitu:

i.            Kebutuhan untuk bersama-sama

ii.             Kebutuhan untuk melakukan control

iii.            Kebutuhan untuk dikasihi

  1. Faktor penghambat dalam perubahan pada manusia:

Menurut New dan Couilard (1981), faktor penghambat (restraining force) yaitu:

1) Mengancam kepentingan pribadi

2) Persepsi yang kurang tepat

3) Sebagai reaksi psikologik

4) Toleransi untuk berubah yang kurang tepat

3. faktor Penentu keberhasilan proses berubah

a. Meningkatkan faktor pendukung

• Menggunakan model atau modifikasi

• Memberikan dukungan dan dorongan terus menerus selama berlangsungnya proses berubah

• Menggunakan keberhasilan perubahan orang lain sebagai contoh

b. mengurangi / menekan faktor penghambat

• mempertahankan forum diskusi baik langsung maupun tidak langsung kepada target berubah

• menyediakan informasi yang diperlukan pada saat yang tepat sesuai dengan kemampuan target berubah

• menggunakan metode pemecahan masalah secara khusus

2.5 Tahapan proses berubah

Secara umum tahap tahap perubahan akan meliputi tiga tahap: persiapan, penerimaan, dan komitmen.

Pada tahap persiapan dilakukan berbagai kontak melalui ceramah, pertemuan, maupun komunikasi tertulis. Tujuannya agar tercapai kesadaran akan pentingnya perubahan (change awareness). Ketidakjelasan tentang pentingnya oerubahanakan menjadi penghambat upaya-upaya dalam pembentukan komitmen. Sebaliknya kejelasan akan menimbulkan pemahaman yang baik terhadap pentingnya perubahan, yang mendukung upaya-upaya dalampembentukan komitmen.
Dalam penerimaan, pemahaman yang terbentuk akan bermuara ke dalam dua kutub, yaitu persepsi yang positif di satu sisi atau persepsi negatif di sisi yang lain. Persepsi yang negatif akan melahirkan keputusan untuk tidak mendukung perubahan, sebaliknya persepsi positif yang  melahirkan keputusan untuk memulai perubahan dan merupakan suatu bentuk komitmen untuk berubah.
Tahap komitmen melalui beberapa langkah yaitu instalasi, adopsi, instusionalisasi, dan internalisasi. Langkah instalasi merupakan periode percobaan terhada p perubahan yang merupakan preliminary testing terdapat dua konsekuensi dari langkah ini. Konsekuensi pertama, perubahan dapat diadopsi untuk pengujian jangka panjang. Kedua,  perubahan gugur setelah implementasi pendahuluan yang mungkin disebabkan oleh masalah ekonomi-finansial –politik,perubahan dalam tujuan strategis, dan tingginya vested interest.
Tahapan perubahan menurut Kurt Lewis

Tahap Pembekuan (Refreezing) Tahap ini merupakan tahap pembekuan dimana seseorang yang mengadakan perubahan kelak mencapai tingkat atau tahapan yang baru dengan keseimbangan yang baru. Proses pencapaian yang baru perlu dipertahankan dan selalu terdapat upaya mendapatkan umpan balik, pembinaan tersebut dalam upaya mempertahankan perubahan yang telah dicapai. Berdasarkan langkah-langkah menurut Kurt Lewin dalam proses perubahan ditemukan banyak hambatan. Hambatan tersebut yang akan mempertahankan status quo (menetap) agar tidak terjadi perubahan. Karena itu diperlukan kemampuan yang benar-benar ada dalam konsep perubahan sesuai dengan tahapan berubah.

Tahap perubahan Rogers E (1962)

Menurut Rogers E untuk menandakan suatu perubahan perlu ada beberapa langkah yang ditempuh sehingga harapan atau tujuan akhir dari perubahan dapat tercapai. Langkah-langkah tersebut antara lain :

1). Tahap Awareness Tahap ini merupakan tahap awal yang mempunyai arti bahwa dalam   mengadakan perubahan diperlukan adanya kesadaran untuk berubah apabila tidak ada kesadaran untuk berubah, maka tidak mungkin tercipta suatu perubahan.
2). Tahap Interest Tahap yang kedua dalam mengadakan perubahan harus timbul perasaan minat terhadap perubahan yang selalu memperhatikan terhadap sesuatu yang baru dari perubahan yang dikenalkan. Timbulnya minat akan mendorong dan menguatkan kesadaran untuk berubah.
3). Tahap Evaluasi Tahap ini terjadi penilaian tarhadap sesuatu yang baru agar tidak terjadi hambatan yang akan ditemukan selama mengadakanperubahan. Evaluasi ini dapat memudahkan tujua dan langkah dalam melakukan perubahan

4). Tahap Trial Tahap ini merupakan tahap uji coba terhadap sesuatu yang baru atau hasil perubahan dengan harapan sesuatu yang baru dapat diketahui hasilnya sesaui dengan kondisi atau situasi yang ada, danmemudahkan untuk diterima oleh lingkungan.

5). Tahap Adoption Tahap ini merupakan tahap terakhir dari perubahan yaitu proses penerimaan terhadap sesuatu yang baru setelah dilakukan uji coba dan merasakan adanya manfaat dari sesuatu yang baru sehingga selalu mempertahankan hasil perubahan.

Tahapan perubahan menurut Lippit

Teori Havelock Teori ini merupakan modifikasi dari teori Lewin dengan menekankan perencanaan yang akan mempengaruhi perubahan. Enam tahap sebagai perubahan menurut Havelock.
1). Membangun suatu hubungan,

2). Mendiagnosis masalah,

3). Mendapatkan sumber-sumber yang berhubungan,

4). Memilih jalan keluar,

5). Meningkatkan penerimaan,

6). Stabilisasi dan perbaikan diri sendiri.

Ada pula pendapat tentang tahap-tahap proses perubahan

  1. Tekanan dan desakan

proses ini di mulai ketika manajemen puncak mulai merasa adanya kebutuhan atau tekanan akan perubahan.

  1. intervensi dan reorientasi

di gunakan untuk merumuskan masalah dan mulai peroses dengan membuat para anggota organisasi memusatkan perhatian pada masalah tersebut

  1. diagnosa dan pengenalan pada masalah

informasi di kumpulkan dan dikenali mana penting dan tidak penting

  1. penemuan dan komitmen pada penyelesaian

pengantar perubahan mencoba menyelesaikan masalah – masalah yang di ketemukan dan masuk akal dengan mengindari “metode-metode yang lama yang sama”

  1. percobaan dan hasil

pada tahap keempat diuji dalam program-perogram yang berskala kecil dan hasilnya dianalisa .

  1. pungutan dan penerimaan

setelah di uji dan sesuai dengan keinginan , harus diterima secara sukarela dan harus menjadi sumber penguatan dan menimbulkan keterikatan pada perubahan

2.6 Ciri-ciri proses berubah

Sebelum kita mengenal lebih jauh beberapa dampak perubahan sosial, sebaiknya kita perlu mengetahui terlebih dahulu beberapa ciri dan karakteristik dari perubahan social itu sendiri. Dengan memahami ciri dan karakteristik tersebut kita akan dapat menjelaskan bagaimana perubahan sosial itu dapat memberikan dampak terhadap kehidupan sosial dalam masyarakat.

Menurut Soerjono Soekanto, proses perubahan sosial di dalam masyarakat dapat diketahui karena adanya ciri-ciri seperti berikut ini.

1. Tidak ada masyarakat yang berhenti perkembangannya, karena setiap masyarakat akan mengalami perubahanperubahan yang terjadi secara cepat ataupun lambat.

2. Perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahanperubahan pada lembaga-lembaga sosial yang lainnya, karena lembaga-lembaga tersebut memiliki sifat interdependen. Dengan demikian sulit sekali mengisolir perubahan-perubahan hanya pada lembaga-lembaga social tertentu saja, karena proses yang dimulai dan proses yang selanjutnya merupakan suatu mata rantai.

3. Perubahan-perubahan yang cepat biasanya akan menyebabkan disorganisasi yang sifatnya sementara dalam proses penyesuaian. Disorganisasi tersebut akan diikuti oleh suatu organisasi yang mencakup pemantapan dari kaidah-kaidah dan nilai-nilai baru.

4. Perubahan-perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau bidang spiritual saja, oleh karena keduanya memiliki kaitan timbal balik.

5. Secara tipologis, perubahan-perubahan sosial dapat dikategorikan sebagai berikut.

a. Proses sosial, yaitu hubungan timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama, misalnya antara kehidupan ekonomi dengan kehidupan politik, antara kehidupan hukum dengan kehidupan agama, dan lain sebagainya.

b. Segmentasi, yaitu suatu pembagian sebuah struktur social ke dalam segmen-segmen atau bagian-bagian tertentu sesuai dengan kriteria yang dimaksudkan.

c. Perubahan struktural, yaitu perubahan yang terjadi dalam sebuah susunan yang berupa jalinan antara unsurunsur sosial yang pokok, seperti kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial, serta lapisan-lapisan sosial.

d. Perubahan-perubahan pada struktur kelompok, yaitu suatu perubahan yang terjadi dalam struktur kelompok sosial, misalnya perubahan organisasi sosial.

Beberapa ciri perubahan sosial dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari perubahan social terhadap kehidupan sosial masyarakat. Selain ciri-ciri yang ada dalam sebuah perubahan sosial, kita juga perlu memahami karakteristik perubahan sosial.

2.7 Bentuk/ tipe proses berubah

Marris (1986) mengutarakan tiga tipe perubahan, yaitu:

a. Tiba-tiba dan tidak terduga (Sudden and unexpected)

b. Revolusioner (Revolutionary)

c. Perubahan terencana (planned change)

2.8  Strategi Proses Berubah

Dalam perubahan dibutuhkan cara yang tepat agar tujuan dalam perubahan dapat tercapai secara tepat, efektif dan efisien.

a Strategi Rasional Empirik

Strategi ini didasarkan karena manusia sebagai komponen dalam perubahan memiliki sifat rasional untuk kepentingan diri dalam berperilaku. Untuk mengadakan suatu perubahan strategi rasional dan empirik yang didasarkan dari hasil penemuan atau riset untuk diaplikasikan dalam perubahan manusia yang memiliki sifat rasional akan menggunakan rasionalnya dalam menerima sebuah perubahan. Langkah dalam perubahan atau kegiatan yang diinginkan dalam strategi rasional empirik ini dapat melalui penelitian atau adanyadesiminasi melalui pendidikan secara umum sehingga melalui desiminasi akan diketahui secara rasional bahwa perubahan yang akan dilakukan benar-benar sesuai dengan rasional.Strategi  ini juga dilakukan pada penempatan sasaran yang sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki sehingga semua perubahan akan menjadi efektif dan efisien, selain itu juga menggunakan sistem analisis dalam pemecahan masalah yang ada.
b.Strategi Reedukatif Normatif

Strategi ini dilaksanakan berdasarkan standar norma yang ada di masyarakat. Perubahan yang akan dilaksanakan melihat nilai nilai normatif yang ada di masyarakat sehingga tidak akan menimbulkan permasalahan baru di masyarakat. Standar norma yang ada di masyarakat ini di dukung dengan sikap dan sistem nilai individu yang ada di masyarakat. Pendekatan ini dilaksanakan dengan mengadakan intervensi secara langsung dalam penerapan teori-teori yang ada.Strategi ini dilaksanakan dengan cara melibatkan individu, kelompok atau masyarakat dan proses penyusunan rancangan untuk perubahan. Pelaku dalam perubahan harus memiliki kemampuan dalam berkolaborasi dengan masyarakat. Kemampuan ilmu perilaku harus dimiliki dalam pembaharu.
c.Strategi  Paksaan- Kekuatan

Dikatakan strategi paksaan-kekuatan karena adanya penggunaan kekuatan atau kekuasaan yang dilaksanakan secara paksa dengan menggunakan kekuatan moral dan kekuatan politik.Strategi ini dapat dilaksanakan dalam perubahan sistem kenegaraan, penerapan sistem pendidikan dan lain-lain.

Menurut Tiffany dan Lutjens (1989) telah mengidentifikasi tujuh strategi berubah  yang cocok dengan kontinum dari yang paling netral sampai yang paling koersif.
1).Edukasi
Strategi  ini memberikan suatu presentasi fakta yang relatif tidak bisa yang dimaksudkan untuk berfungsi sebagai justifikasi rasional atas tindakan yang terencana.

2). Fasilitatif

Strategi  ini memberikan sumber penting untuk berubah.Strategi  ini mengasumsikan bahwa orang ingin berubah, tetapi membutuhkan sumber-sumber untuk membuat perubahan tersebut.
3). Teknostruktural

Strategi ini mengubah teknologi untuk mengakses struktur sosial dalam kelompok atau mengubah srtuktur sosial untuk mendapatkan teknologi.Strategi  ini memengaruhi hubungan antara teknologi, ruang dan struktur. Penggunaan ruang dapat diubah untuk memengaruhi struktur sosial.

4). Data-based

Strategi ini mengumpulkan dan menggunakan data untuk membuat perubahan sosial. Data digunakan untuk menemukan inovasi yang paling baik guna memecahkan masalah yang dihadapi.
5). Komunikasi

Strategi  komunikasi menyebarkan informasi sepanjang waktu melalui saluran dalam sistem sosial.

6). Persuasif

Pemakaian penalaran, debat,dan bujukan dilakukan untuk menyebabkan perubahan.
7). Koersif

Terdapat hubungan wajib antara perencan dan pengadopsi. Kekuasaan digunakan untuk menyebabkan perubahan.

2.9 Tingkat proses berubah

Ada empat tingkat perubahan yang perlu diketahui yaitu pengetahuan, sikap, perilaku, individual, dan perilaku kelompok. Setelah suatu masalah dianalisa, tentang kekuatannya,
maka pemahaman tentang tingkat-tingkat perubahan dan siklus perubahan akan dapat berguna. Hersey dan Blanchard (1977) menyebutkan dan mendiskusikan empat tingkatan perubahan.
Perubahan peratama dalam pengetahuan cenderung merupakan perubahan yang paling mudah dibuat karena bisa merupakan akibat dari membaca buku, atau mendengarkan dosen. Sedangkan perubahan sikap biasanya digerakkan oleh emosi dengan cara yang positif dan atau negatif. Karenanya perubahan sikap akan lebih sulit dibandingkan dengan perubahan pengetahuan. Tingkat kesulitan berikutnya adalah perilaku individu. Misalnya seorang manajer mungkin saja mengetahui dan mengerti bahwa keperawatan primer jauh lebih baik dibandingkan beberapa model asuhan keperawatan lainnya, tetapi tetap tidak menerapkannya dalam perilakunya karena berbagai alasan, misalnya merasa tidak nyaman dengan perilaku tersebut. Perilaku kelompok merupakan tahap yang paling sulit untuk diubah karena melibatkan banyak orang . Disamping kita harus merubah banyak orang, kita juga harus mencoba mengubah kebiasaan adat istiadat, dan tradisi juga sangat sulit.

Bila kita tinjau dari sikap yang mungkin muncul maka perubahan bisa kita tinjau dari dua sudut pandang yaitu perubahan partisipatif dan perubahan yang diarahkan. Perubahan Partisipatif akan terjadi bila perubahan berlanjut dari masalah pengetahuan ke perilaku kelompok. Pertama-tama anak buah diberikan pengetahuan, dengan maksud mereka akan mengembangkan sikap positif pada subjek. Karena penelitian menduga bahwa orang berperilaku berdasarkan sikap-sikap mereka maka seorang pemimpin akan menginginkan bahwa hal ini memang benar. Sesudah berprilaku dalam cara tertentu maka orang-orang ini menjadi guru dan karenanya mempengaruhi orang lain untuk berperilaku sesuai dengan yang diharapkan. Siklus perubahan partisipatif dapat digunakan oleh pemimpin dengan kekuasaan pribadi dan kebiasaan positif. Perubahan ini bersifat lambat atau secara evolusi, tetapi cenderung tahan lama karena anak buah umumnya menyakini apa yang merekan lakukan. Perubahan yang terjadi tertanam secara instrinsik dan bukan merupakan tuntutan eksterinsik.

Perubahan diarahkan atau paksaan Bertolak belakang dengan perubahan partisifatif, perubahan ini dilakukan dengan menggunakan kekuasaan, posisi dan manajemen yang lebih tinggi memberikan tengatng aarah dan perilaku untuk system dari masalah : aktualnya seluruh organisasi dapat menjadi fokus. Perintah disusun dan anak buah diharapkan untuk memenuhi dan mematuhinya. Harapan mengembangkan sikap positif tentang hal tersebut dan kemudian mendapatkan pengetahuan lebih lanjut. Jenis perubahan ini bersifat berubah-ubah, cenderung menghilang bila manajer tidak konsisten untuk menerapkannya.

2.10 Dampak proses berubah

1. Disintegrasi

Disintegrasi adalah gejala sosial yang menggambarkan adanya ketidaksesuaian dan ketidakserasian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan sosial.

2. Pergolakan Daerah

Yaitu konflik yang terjadi untuk memperebutkan kepentingan tertentu yang tidak lagi memperhatikan tatanan hidup (nilai dan norma)

  1. Kenakalan Remaja

Yaitu perbuatan anak remaja yang berlawanan dengan ketertiban umum (nilai dan norma) yang dapat menimbulkan bahaya/kerugian pada pihak lain.

2.11 Manfaat proses berubah

Manfaat proses perubahan dapat membentuk kerja sama yaitu :

  1. Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong      menolong
  2. Bargaining, Yaitu      pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa      antara 2 organisasi atau lebih
  3. Kooptasi (cooptation), yakni      suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau      pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk      menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang      bersangkutan
  4. Koalisi (coalition), yakni kombinasi      antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama.      Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu      karena dua organisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktut      yang tidak sama antara satu dengan lainnya. Akan tetapi, karenamaksud      utama adalah untuk mencapat satu atau beberapa tujuan bersama, maka      sifatnnya adalah kooperatif.
  5. Joint venture, yaitu      erjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu, misalnya pengeboran      minyak, pertambangan batubara, perfilman, perhotelan, dst.

 2.12 Tujuan proses berubah

1)      Mengurangi pertentangan antarindividu, individu-kelompok atau antarkelompok sebagai akibat adanya perbedaan pendapat.

2)      Mencegah meledaknya pertentangan untuk sementara waktu.

3)      Memungkinkan terjadinya kerja sama antara kelompok-kelompok sosial yg hidupnya terpisah sbg akibat faktor-faktor psikologis dan kebudayaan.

4)      Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah.

Akomodasi mempunyai beberapa bentuk, antara lain:

  1. Koersi (coercion): bentuk akomodasi yang prosesnya melalui paksaan fisik maupun psikologis. Dalam koersi, ada pihak yang lemah dan ada pihak yang kuat.
  2.  Kompromi (compromise): bentuk akomodasi yang terjadi karena pihak yang bersengketa saling mengurangi tuntutannya agar tercapai kesepakatan.
  3. Arbitrasi (arbitration): akomodasi dengan menggunakan jasa pihak ketiga karena pihak yang bersengketa tidak mampu menyelesaikan persengketaan. Pihak ketiga ini ditunjuk oleh yang bersengketa atau pihak yang berwenang.
  4. Mediasi (mediation): hampir mirip dengan arbitrasi, hanya saja pihak ketiganya netral dan tidak bisa memutuskan. Ia hanya bisa mengusahakan jalan damai tapi tidak mempunyai wewenang untuk menyelesaikan masalah.
  5. Konsiliasi (consiliation): usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak yang berselisih untuk mencapai mufakat.
  6. Adjudikasi: cara penyelesaian perkara lewat pengadilan.
  7. Gencatan senjata: penangguhan permusuhan pada waktu tertentu karena menunggu jalan keluar yang baik.
  8. Toleransi: bentuk akomodasi tanpa persetujuan formal. Kadang kala toleransi timbul secara tidak sadar dan spontan akibat reaksi alamiah individu.

2.13 Reaksi terhadap perubahan

            Bagi sebagian individu perubahan dapat dipandang sebagai suatu motivator dalam meningkatkan prestasi atau penghargaan. Tapi kadang-kadang perubahan juga dipandang sebagai sesuatu yang mengancam keberhasilan seseorang dan hilangnya penghargaan yang selama ini didapat. apakah seseorang memandang perubahan sebagai suatu hal yang penting atau negatif. Umumnya dalam perubahan sering muncul resistensi atau adanya penolakan terhadap perubahan dalam berbagai tingkat dari orang yang mengalami perubahan tersebut.

Menolak perubahan atau mempertahankan status quo ketika berusaha melakukan perubahan, bisa saja terjadi. Karena perubahan bisa merupakan sumber stress. Oleh karenanya timbullah perilaku tersebut. Penolakan sering didasarkan pada ancaman terhadap keamanan dari individu, karena perubahan akan mengubah perilaku yang ada. Jika perubahan menggunakan pendekatan pemecahan masalah maka harus diberitahukan mengenai dampak yang mungkin timbul akibat perubahan.

Respon Terhadap Perubahan
1. Menerima dan mendukung
2. Tidak menerima – tidak mendukung
3. Menolak:
a. takut akan sesuatu yang tidak pasti (loss of predictability)
b. takut akan kehilangan pengaruh
c. takut akan kehilangan ketrampilan & proficiency
d. takut kehilangan reward, benefit
e. takut akan kehilangan respect, dukungan, kasih sayang
f. takut gagal

2.14 Penerapan proses berubah
Dalam Pendidikan

Karena kemajuan zaman maka setiap periode tertentu dalam dunia pendidikan ada pergantian kurikulum untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

·         Pelayanan keperawatan

Pelayanan keperawatan di rumah sakit a yg dulunya kurang professional,setelah pasien yg datang kesana menjadi sedikit maka rumah sakit tersebut akan melakukan perubahan dengan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang lebih berkualitas lagi

·         Individu

Mahasiswa yang dulunya malas belajar dan ketika ujian mendapat nilai d, maka dia bisatermotivasi untuk belajar lebih giat agar mendapat nilai b atau bahkan a, maka terjadi perubahan dalam diri mahasiswa tersebut.

·         Masyarakat

Masyarakat yang dulunya kurang menyadari tentang pentingnya akan kebersihan lingkungan sekitar setelah ada salah seorang warga nya menderita penyakit DBD maka masyarakat mulai sadar dan mau  berubah untuk meningkatkan pola hidup bersih.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Konsep   berubah  merupakan bahan ajar yang memudahkan saya sebagai seorang  mahasiswa bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sistem akan berjalan lancar apabila di gerakkan secara bersama- sama tanpa mengesampingkan yang lainnya. Begitu juga dengan konsep perubahan.

Perubahan bisa terjadi setiap saat, dan merupakan proses yang dinamik serta tidak dapat dielakkan.Berubah berarti beranjak dari keadaan yang semula. Tanpa berubah tidak ada pertumbuhan dan tidak ada dorongan. Namun dengan berubah terjadi ketakutan, kebingungan dan kegagalan dan kegembiraan. Setiap orang dapat memberikan perubahan pada orang lain.

Merubah orang lain bisa bersifat implisit dan eksplisit atau bersifat tertutup dan terbuka. Kenyataan ini penting khususnya dalam kepemimpinan dan manajemen. Pemimpin secara konstan mencoba menggerakkkan sistem dari satu titik ke titik lainnya untuk memecahkan masalah. Maka secara konstan pemimpin mengembangkan strategi untuk merubah orang lain dan memecahkan masalah.

Karena dalam kehidupan kita di dunia ini kita harus senantiasa mengadakan perubahan menuju pada kehidupan yg lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Dafid. 2008. Konsep Berubah.  Jakarta: Wikipedia.

Kozier dkk. 2006. Praktek Keperawatan Profesional. Edisi 4.

jakarta :buku kedokteran EGC.

http://tyoset.blogspot.com/2012/01/tahap-tahap-proses-perubahan.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s